Sunday, May 31, 2020

Satu sebab sejuta akibat


“Tidak akan ada asap jika tidak ada api ”
“..tidak akan ada kain jika tidak dijahit..”
          Perubahan adalah hasil dari proses adanya sebab dan akibat. Jika tidak ada pikiran untuk merubah ya tidak akan ada perubahan. Indonesia dengan seluruh kekayaan alamnya merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Gugusan gunung dan deretan pantai yang menambah indahnya negeri ini dengan berjuta masyarakat yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Sumber daya alam yang melebihi kata mencukupi dengan berbagai warisan nenek moyangnya indonesia merupakan salah satu negara yang menduduki 5 besar dunia dalam kategori kekayaan budaya dan segala aspek yang mendukungnya.Kekayaan alam negeri ini sering dikait kaitkan dengan atlantis negeri kaya pada abad ke sepuluh atau sering disebut “Indonesia the lost atlantis”. Negara kaya yang hilang itu adalah Indonesia ya letak negara ini yang kata para ilmuan percis diatas atlantis mengakibatkan Indonesia memiliki segala keindahan alam,kekayaannya serta berbagai flora dan fauna langka didalamnya. Koes plus dengan jelas menegaskan dalam lagunya “orang bilang tanah kita tanah surga tongkat kayu dan batu jadi tanaman” artinya hanya di indonesia apapun yang ditanam pasti jadi sesuatu atau menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Seiring dengan arus globalisasi indonesia negara yang gagah dengan beribu budaya dan ragam tradisi ini lama kelamaan menjadi negara yang konsumtif dalam segala aspek. Salah satu contohnya Indonesia yang memiliki lebih dari delapan ribu tarian tradisional masih kalah dengan masuknya budaya k-pop melalui tarian tarian yang lebih modern hampir seluruh anak muda indonesia melupakan apa yang mereka miliki, dan lebih fokus untuk menggali budaya k-pop yang kiat menyebar virusnya. Anak anak mudanya lebihtertarik pada budaya asing ketibang melestarikan budayanya sendiri. Bahkan mereka rela bayar uang banyak untuk nonton band band korea atau inggris ketibang nonton tarian tradisional secara gratis.
Apakah ini bahaya bagi Indonesia? Menurut saya ini sangat berbahaya sekaligus ancaman bagi negara yang kaya akan budaya seperti Indonesia. Dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan bangsa asing yang memasukan budayanya ke Indonesia. Lah terus salah siapa? Salahnya terletak pada masing masing individu bangsa indonesia mulai dari individu yang duduk di kursi pemerintahan hingga individu yang duduk dipinggir jalan. Lagi lagi bukan sumber daya alamnya yang salah melainkan sumber daya manusia nya yang kurang berfikir. Berarti secara tidak langsung orang orang yang duduk dikursi pemerintahan sama saja kan dengan pengamen, pengemis dan pedagang kaki lima yang duduk dipinggir jalan setiap harinya, sama sama tidak memikirkan budaya bangsa yang indah ini. Mereka hanya sibuk dengan kepentingan personalnya menambah kekayaan mereka sendiri banyak yang bilang sih “Yang kaya semakin kaya, Yang miskin semakin miskin”  tidak sedikit pun memikirkan apa yang terjadi bila hal ini dibiarkan saja, lama kelamaan budaya indonesia yang beraneka ragam akan punah begitu saja, ya hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat dan sikap acuhnya pemerintah.
Hal yang biasa tapi memiliki efek yang luar biasa. Tidak kah kamu merasa sedih melihat anak anak kecil menari di perayaan Hari Kemerdekaaan Indonesia yang lucu serta lemah gemulai menarikan tarian tarian korea atau melantunkan semua nada nada berbahasa inggris untuk memeriahkan acara tersebut? Itulah yang terjadi di lingkungan tempat saya tinggal atau mungkin itu juga yang terjadi di lingkukan tempat pembaca berdomisili. Apakah tarian tarian indonesia yang begitu kuno nya sehingga anak anak kecil enggan menyapanya? Atau karena anak anak lebih tertarik dengan budaya budaya asing? Ya mungkin saja karena selain lebih modern dan dianggap gaul oleh mereka yang menyaksikannya dalam pembawaannya tarian tarian asing lebih menonjolkan sisi penampilan ketimbang makna dari tarian tersebut
Anak anak kecil menari dan bernyanyi dengan indah membawakan alunan nada dari bangsa asing, apakah itu sebuah kemajuan? Atau melainkan ancaman? Ya itu sebuah kemajuan, anak anak kecil bisa fasih berbicara bahasa inggris tetapi bukankah alangkah indahnya hari kemerdekaan di isi dengan tarian tarian tradisional dengan melantunkan nada nada dari kecapi dan suling bambu yang menemaninya? Toh Cuma setahun sekali ini kan? tidak setiap hari. Apa salahnya coba bayangkan ini masalah kita semua loh, jangan dianggap enteng, ini masalah bangsa loh menyangkut budaya dan etika didalamnya.
Mungkin kalian bingung apa yang saya bicarakan tetapi itulah fakta yang terjadi di masyarakat bukan opini, melainkan sebuah modernisasi untuk perlahan lahan melupaan budaya sendiri, sebuah pandangan dari seseorang akan sebuah kemajuan yang jangkal. Sebuah masalah ketika dikatakan masalah karena didalamnya ada struktur yang tidak berkombinasi dengan baik melainkan adanya kesalahan pada sistem. jadi sekarang jelas kan apa masalah dari masuknya budaya asing ke indonesia? kamu pasti tau jawabannya sendiri.

       “ kebudayaan yang benar benar dilahirkan di alam, sederhana, rendah hati dan murni ”
                                                                                               -Masanobu Fukuoka

          Tak hanya dalam aspek kebudayaan, akibat dari efek globalisasi ini juga dapat dirasakan oleh kita. Sebagian besarnya terjadi pada anak anak dan remaja yang masih labil, iya labil dalam artian belum bisa menyerap informasi secara keseluruhan. Kurangnya pendidikan agama dan bimbingan dari orang tua mereka menjadi penyebabnya. Apakah disekeliling anda pengguna internetnya anak anak dan remaja? Kalo iya berarti sama dengan apa yang terjadi dilingkungan saya. Aduh ampun tiap saya kewarnet pasti disamping saya anak anak kecil berumur delapan tahunan. Saya coba lirik komputer mereka dan ternyata aah sudahlah!!! Mereka membuka situs situs yang seharunya tidak diakses oleh anak anak seumuran mereka. Saya marah waktu saya memergoki mereka ya namanya juga anak kecil cuek saja melanjutkannya. Kalian tahu apa yang mereka akses? Ya betul sekali, mereka mengakses situs situs porno dan berbincang disalah satu media sosial. Saat saya tanya itu siapa, mereka ga ngejawab lalu saya pun membuka profile orang tersebut dan ternyata anak anak sma yang meladeni anak umur delapan tahunan itu chat. Langsung saya bilang ke petugas warnetnya
“a ebok ngke mah si didis tong dititah asup ka wartnet,a mukaan nu aneh aneh tah!!”
Dalam bahasa indonesia “om ebok nanti didis jangan disuruh masuk ke warnet dia malah buka yang aneh aneh
Aduh saya sungguh khawatir kemana ini orang tuanya, gimana perasaan ibunya kalo tau ya huhuhu. Mereka kan Cuma anak kecil ya jangan boleh lah main ke warnet, bahaya kan. Coba deh kita liat kasus kebelakang, pemerkosaan dan pembunuhan dilakukan dijejaring sosial kan? Dengan perkenalan di jejaring sosial lalau diajak ketemuan dan aaah sudahlah hal hal keji terjadi. Batasan batasannya tuh kita harus tau, yaa kita pasti tau coba kalo anak kecil mana tau? Kan mereka masih labil, mungkin kalo disuruh beli belanjaan ke warung sama ibunya saja masih suka salah. Orang tuanya pada kemana nih? Teguran loh ini sangat bahaya, buat pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan perlu diingat ya didiklah anakmu semaksimal mungkin karena sekarang kejahatan tidak pandang bulu, mau yang udah berumur atau mau yang masih duduk di bangku sekolah dasar bisa jadi sasarannya. Teguran juga loh ini buat mereka orang tua yang udah punya anak, jangan dibiarkan mereka terlalu bebas teruslah awasi mereka, anak anak kecil jaman sekarang bermodalkan tiga ribu rupiah saja mereka bisa diculik,dicabuli bahkan dibunuh. makanya jangan dianggap enteng ya ibu ibu bapak bapak, anak kecil tuh masih labil sama kaya remaja, jangan terlalu dipercaya deh harus tetep ngawasi mereka. Apa ruginya sih ngawasih anak sendiri? Engga ada kan? Makanya terus jaga ya, bila perlu pasang saja saluran internet dirumah anda biar mereka gausah ke warnet, bahaya, salah klik aja aduh efeknya begitu berbahaya. Ya sebenernya teguran juga buat kita, gabisa diem aja lah kalo liat anak kaya gitu jangan dibiarin, tapi dikasih tau yang bener biar dia juga tau mana yang salah mana yang bener.
Saya ga sepenuhnya nyalahin orang tua sih, karena penting juga kalo anak anak kecil dikenalin sama globalisasi, tapi ya seperlunya aja sih biar si anak ga jadi gaptek atau gabisa sama sekali maenin komputer, hp atau gadget terbaru. Gak hanya orang tua yang salah, tapi guru juga mendapat imbas jika hal hal yang tidak diinginkan terjadi, berarti guru sudah gagal dalam mendidik anak, betul tidak? Dalam hal ini perlu dibekali dengan ilmu ilmu agama, kaidah kaidah yang berlaku dalam agama,larangan larangan serta amal baiknya, tekankan terus agar anak mengingatnya terus menerus. Intinya ya kita lakukan pencegahan sejak dini,bukan larangan atau kebebasan tanpa pengawasan. Gini gini juga saya belajar psikologi anak loh kan saya kuliah dijurusan keguruan. Nih saya kasih sedikit ilmunya, kemampuan manusia belajar dari 0-5 tahun itu masih rendah, 5-15 tahun baru berkembang, nah diumur 5-15 tahun anak harus dibekali ilmu ilmu yang penting bagi mereka, yang seengganya mereka terus inget sama apa yang sudah ita berikan contohnya ilmu agama, jangan mencuri, jangan menyotek dan sebagainya, dengan begitu anak akan terbiasa dan terus dibiasakan. Kan saya udah pernah bilang
kebiasaan yang diulang ulang jika dibiasakan akan menjadi budaya baru yaitu budaya terbiasa
Selain dari itu orang tua harus tahu karakter intra dan inter personal anaknya, intrapersonal adalah bahagia dengan diri sendiri dan interpersonal adalah hubungannya dengan orang lain. Orang tua ya harus memperhatiannya, mengawasinya ayoo semangat buat yang udah punya anak hehehe. Ayo ini jelas bukan sumber daya alamnya yang salah tapi lagi lagi sumber daya manusianya yang salah, kurang mengawasi. Dalam kasus lain satu sebab sejuta akibat adalah perkenalan. Ya kata singkat yang sering dilakukan oleh kita ketika bertemu dengan orang orang baru. Perkenalan merupakan sebab dari yang tanpa kita sadari bisa menimbulkan sejuta akibat yang berbahaya. Semua  ini terjadi dilingkungan sekitar anda yang mungkin tidak anda sadari. Perkenalan dengan budaya baru,lingkungan baru dan juga teknologi baru.

No comments:

Post a Comment