“Tidak
akan ada asap jika tidak ada api ”
“..tidak akan ada kain jika tidak
dijahit..”
Perubahan adalah hasil dari proses
adanya sebab dan akibat. Jika tidak ada pikiran untuk merubah ya tidak akan ada
perubahan. Indonesia dengan seluruh kekayaan alamnya merupakan anugerah Tuhan
Yang Maha Esa. Gugusan gunung dan deretan pantai yang menambah indahnya negeri
ini dengan berjuta masyarakat yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Sumber
daya alam yang melebihi kata mencukupi dengan berbagai warisan nenek moyangnya
indonesia merupakan salah satu negara yang menduduki 5 besar dunia dalam
kategori kekayaan budaya dan segala aspek yang mendukungnya.Kekayaan alam negeri
ini sering dikait kaitkan dengan atlantis negeri kaya pada abad ke sepuluh atau
sering disebut “Indonesia the lost
atlantis”. Negara kaya yang hilang itu adalah Indonesia ya letak negara ini
yang kata para ilmuan percis diatas atlantis mengakibatkan Indonesia memiliki
segala keindahan alam,kekayaannya serta berbagai flora dan fauna langka
didalamnya. Koes plus dengan jelas menegaskan dalam lagunya “orang bilang tanah kita tanah surga tongkat kayu dan batu jadi
tanaman” artinya hanya di indonesia apapun yang ditanam pasti jadi sesuatu
atau menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Seiring
dengan arus globalisasi indonesia negara yang gagah dengan beribu budaya dan
ragam tradisi ini lama kelamaan menjadi negara yang konsumtif dalam segala
aspek. Salah satu contohnya Indonesia yang memiliki lebih dari delapan ribu
tarian tradisional masih kalah dengan masuknya budaya k-pop melalui tarian tarian
yang lebih modern hampir seluruh anak muda indonesia melupakan apa yang mereka
miliki, dan lebih fokus untuk menggali budaya k-pop yang kiat menyebar
virusnya. Anak anak mudanya lebihtertarik pada budaya asing ketibang
melestarikan budayanya sendiri. Bahkan mereka rela bayar uang banyak untuk
nonton band band korea atau inggris ketibang nonton tarian tradisional secara
gratis.
Apakah
ini bahaya bagi Indonesia? Menurut saya ini sangat berbahaya sekaligus ancaman
bagi negara yang kaya akan budaya seperti Indonesia. Dalam hal ini kita tidak
bisa menyalahkan bangsa asing yang memasukan budayanya ke Indonesia. Lah terus
salah siapa? Salahnya terletak pada masing masing individu bangsa indonesia
mulai dari individu yang duduk di kursi pemerintahan hingga individu yang duduk
dipinggir jalan. Lagi lagi bukan sumber daya alamnya yang salah melainkan
sumber daya manusia nya yang kurang berfikir. Berarti secara tidak langsung
orang orang yang duduk dikursi pemerintahan sama saja kan dengan pengamen,
pengemis dan pedagang kaki lima yang duduk dipinggir jalan setiap harinya, sama
sama tidak memikirkan budaya bangsa yang indah ini. Mereka hanya sibuk dengan
kepentingan personalnya menambah kekayaan mereka sendiri banyak yang bilang sih
“Yang kaya semakin kaya, Yang miskin
semakin miskin” tidak sedikit pun
memikirkan apa yang terjadi bila hal ini dibiarkan saja, lama kelamaan budaya
indonesia yang beraneka ragam akan punah begitu saja, ya hal ini terjadi karena
kurangnya kesadaran masyarakat dan sikap acuhnya pemerintah.
Hal
yang biasa tapi memiliki efek yang luar biasa. Tidak kah kamu merasa sedih
melihat anak anak kecil menari di perayaan Hari Kemerdekaaan Indonesia yang
lucu serta lemah gemulai menarikan tarian tarian korea atau melantunkan semua
nada nada berbahasa inggris untuk memeriahkan acara tersebut? Itulah yang
terjadi di lingkungan tempat saya tinggal atau mungkin itu juga yang terjadi di
lingkukan tempat pembaca berdomisili. Apakah tarian tarian indonesia yang
begitu kuno nya sehingga anak anak kecil enggan menyapanya? Atau karena anak
anak lebih tertarik dengan budaya budaya asing? Ya mungkin saja karena selain
lebih modern dan dianggap gaul oleh mereka yang menyaksikannya dalam
pembawaannya tarian tarian asing lebih menonjolkan sisi penampilan ketimbang
makna dari tarian tersebut
Anak
anak kecil menari dan bernyanyi dengan indah membawakan alunan nada dari bangsa
asing, apakah itu sebuah kemajuan? Atau melainkan ancaman? Ya itu sebuah
kemajuan, anak anak kecil bisa fasih berbicara bahasa inggris tetapi bukankah
alangkah indahnya hari kemerdekaan di isi dengan tarian tarian tradisional
dengan melantunkan nada nada dari kecapi dan suling bambu yang menemaninya? Toh
Cuma setahun sekali ini kan? tidak setiap hari. Apa salahnya coba bayangkan ini
masalah kita semua loh, jangan dianggap enteng, ini masalah bangsa loh
menyangkut budaya dan etika didalamnya.
Mungkin
kalian bingung apa yang saya bicarakan tetapi itulah fakta yang terjadi di
masyarakat bukan opini, melainkan sebuah modernisasi untuk perlahan lahan
melupaan budaya sendiri, sebuah pandangan dari seseorang akan sebuah kemajuan
yang jangkal. Sebuah masalah ketika dikatakan masalah karena didalamnya ada
struktur yang tidak berkombinasi dengan baik melainkan adanya kesalahan pada
sistem. jadi sekarang jelas kan apa masalah dari masuknya budaya asing ke
indonesia? kamu pasti tau jawabannya sendiri.
“ kebudayaan yang benar benar
dilahirkan di alam, sederhana, rendah hati dan murni ”
-Masanobu
Fukuoka
Tak hanya dalam aspek kebudayaan, akibat dari efek globalisasi
ini juga dapat dirasakan oleh kita. Sebagian besarnya terjadi pada anak anak
dan remaja yang masih labil, iya labil dalam artian belum bisa menyerap
informasi secara keseluruhan. Kurangnya pendidikan agama dan bimbingan dari
orang tua mereka menjadi penyebabnya. Apakah disekeliling anda pengguna
internetnya anak anak dan remaja? Kalo iya berarti sama dengan apa yang terjadi
dilingkungan saya. Aduh ampun tiap saya kewarnet pasti disamping saya anak anak
kecil berumur delapan tahunan. Saya coba lirik komputer mereka dan ternyata aah
sudahlah!!! Mereka membuka situs situs yang seharunya tidak diakses oleh anak
anak seumuran mereka. Saya marah waktu saya memergoki mereka ya namanya juga
anak kecil cuek saja melanjutkannya. Kalian tahu apa yang mereka akses? Ya
betul sekali, mereka mengakses situs situs porno dan berbincang disalah satu
media sosial. Saat saya tanya itu siapa, mereka ga ngejawab lalu saya pun
membuka profile orang tersebut dan ternyata anak anak sma yang meladeni anak
umur delapan tahunan itu chat. Langsung saya bilang ke petugas warnetnya
“a ebok ngke mah si didis tong dititah
asup ka wartnet,a mukaan nu aneh aneh tah!!”
Dalam
bahasa indonesia “om ebok nanti didis
jangan disuruh masuk ke warnet dia malah buka yang aneh aneh”
Aduh
saya sungguh khawatir kemana ini orang tuanya, gimana perasaan ibunya kalo tau
ya huhuhu. Mereka kan Cuma anak kecil ya jangan boleh lah main ke warnet,
bahaya kan. Coba deh kita liat kasus kebelakang, pemerkosaan dan pembunuhan
dilakukan dijejaring sosial kan? Dengan perkenalan di jejaring sosial lalau
diajak ketemuan dan aaah sudahlah hal hal keji terjadi. Batasan batasannya tuh
kita harus tau, yaa kita pasti tau coba kalo anak kecil mana tau? Kan mereka
masih labil, mungkin kalo disuruh beli belanjaan ke warung sama ibunya saja
masih suka salah. Orang tuanya pada kemana nih? Teguran loh ini sangat bahaya,
buat pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan perlu diingat ya didiklah anakmu semaksimal mungkin karena
sekarang kejahatan tidak pandang bulu, mau yang udah berumur atau mau yang
masih duduk di bangku sekolah dasar bisa jadi sasarannya. Teguran juga loh
ini buat mereka orang tua yang udah punya anak, jangan dibiarkan mereka terlalu
bebas teruslah awasi mereka, anak anak kecil jaman sekarang bermodalkan tiga
ribu rupiah saja mereka bisa diculik,dicabuli bahkan dibunuh. makanya jangan
dianggap enteng ya ibu ibu bapak bapak, anak kecil tuh masih labil sama kaya
remaja, jangan terlalu dipercaya deh harus tetep ngawasi mereka. Apa ruginya
sih ngawasih anak sendiri? Engga ada kan? Makanya terus jaga ya, bila perlu
pasang saja saluran internet dirumah anda biar mereka gausah ke warnet, bahaya,
salah klik aja aduh efeknya begitu berbahaya. Ya sebenernya teguran juga buat
kita, gabisa diem aja lah kalo liat anak kaya gitu jangan dibiarin, tapi
dikasih tau yang bener biar dia juga tau mana yang salah mana yang bener.
Saya
ga sepenuhnya nyalahin orang tua sih, karena penting juga kalo anak anak kecil
dikenalin sama globalisasi, tapi ya seperlunya aja sih biar si anak ga jadi
gaptek atau gabisa sama sekali maenin komputer, hp atau gadget terbaru. Gak
hanya orang tua yang salah, tapi guru juga mendapat imbas jika hal hal yang
tidak diinginkan terjadi, berarti guru sudah gagal dalam mendidik anak, betul
tidak? Dalam hal ini perlu dibekali dengan ilmu ilmu agama, kaidah kaidah yang
berlaku dalam agama,larangan larangan serta amal baiknya, tekankan terus agar
anak mengingatnya terus menerus. Intinya ya kita lakukan pencegahan sejak
dini,bukan larangan atau kebebasan tanpa pengawasan. Gini gini juga saya
belajar psikologi anak loh kan saya kuliah dijurusan keguruan. Nih saya kasih
sedikit ilmunya, kemampuan manusia belajar dari 0-5 tahun itu masih rendah,
5-15 tahun baru berkembang, nah diumur 5-15 tahun anak harus dibekali ilmu ilmu
yang penting bagi mereka, yang seengganya mereka terus inget sama apa yang
sudah ita berikan contohnya ilmu agama, jangan mencuri, jangan menyotek dan
sebagainya, dengan begitu anak akan terbiasa dan terus dibiasakan. Kan saya
udah pernah bilang
“kebiasaan yang diulang ulang jika dibiasakan
akan menjadi budaya baru yaitu budaya terbiasa”
Selain
dari itu orang tua harus tahu karakter intra
dan inter personal anaknya, intrapersonal adalah bahagia dengan diri
sendiri dan interpersonal adalah
hubungannya dengan orang lain. Orang tua ya harus memperhatiannya, mengawasinya
ayoo semangat buat yang udah punya anak hehehe. Ayo ini jelas bukan sumber daya
alamnya yang salah tapi lagi lagi sumber daya manusianya yang salah, kurang
mengawasi. Dalam kasus lain satu
sebab sejuta akibat adalah perkenalan. Ya kata singkat yang sering dilakukan
oleh kita ketika bertemu dengan orang orang baru. Perkenalan merupakan sebab
dari yang tanpa kita sadari bisa menimbulkan sejuta akibat yang berbahaya.
Semua ini terjadi dilingkungan sekitar
anda yang mungkin tidak anda sadari. Perkenalan dengan budaya baru,lingkungan
baru dan juga teknologi baru.
No comments:
Post a Comment