Sunday, May 31, 2020

Indonesia atau endonesia


..bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk endonesia raya..
 ..endonesia raya merdeka merdeka tanahku negeriku yang ku cinta..
 ..endonesia raya merdeka merdeka hiduplah endonesia raya...
Indonesia Raya , W R Supratman

          Apa saya salah tulis ya? Itu endonesia kan bukan Indonesia? Tapi ya memang begitu yang saya dengar ketika menonton televisi atau mendengar percakapan orang disekitar saya, tepat sekali sekarang dari segi terkecil pun akan saya paparkan. Kesalahan pengucapan sering kita dengar dan reaksi kita apa? biasa saja kan? Inilah masalah baru yang harus kita bahas dan cari solusinya. Sepenggal lagu Indonesia Raya, sepenggal kisah perjuangan pahlawan kita bisa terasa perjuangannya mempertahankan Indonesia dalam lagu ini. Berlumuran darah, bercucuran air mata mereka menyanyikan lagu kebangsaan ini dengan bambu runcing dikepalnya mereka begitu lantang mengucapkan bait demi bait didalam lagu ini Indonesia Raya, Indonesia Raya. 69 tahun setelah kemerdekaan negara ini perubahan mulai bermunculan perkembangan pesat serta kemunduran pola pikir masyarakatnya. Pada kenyataan yang saat ini sering kita dengar salah pengucapannya. Bagi kita yang suka menonton pertandingan sepakbola ini sangat lazim sekali terjadi, ya pada saat ceremonial menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum dimulainya pertandingan atau komentator pada pertandingan tersebut. Kata Indonesia yang harusnya diucap Indonesia malah sekarang lebih sering diucap endonesia. Apa itu endonesia? sejenis umbi umbian? apa bisa dimakan? hehe sungguh aneh rakyat negara kita ini. Nama indah Indonesia seenak jidat diganti jadi endonesia. Kalau kata kamu ini hal yang biasa saja menurut saya ini sebuah kejanggalan, Lebih tepatnya kesalahan fatal yang diulang-ulang. Ya tepat! Ini adalah kesalahan, tidak peduli atas kesengajaan atau tidak tetapan sebuah kesalahan yang harus diperbaiki.
Ini adalah bukti yang saya dengar mungkin kamu juga mendengar dan sering kesal saat kesalahan pengucapan yang diulang ulang oleh komentator bola
ya kini bola berada di tangan pemain endonesia, boas membawa bola... ahaaayy sayang sekali bolanya tertangkap oleh kiper”.
Ini sungguh hal yang menurut saya kerugian besar. Jika dibiarkan ini akan menimbulkan budaya baru dimasyarakat indonesia.
Sungguh sangat disayangkan Indonesia yang notabene negara paling kaya sumber daya alamnya tapi masyarakat setempat malah bilang endonesia bukan Indonesia. Ini jelas sekali tidak menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang di medan pertempuran membangun dan memberikan kemerdekaan untuk kita sampai saat ini. Bukannya mensyukri dengan berucap lebih pantas tapi kita Cuma bisa ketawa ketawa dan berucap dengan lantang nama endonesia. Tidak hanya diucap oleh rakyat tidak berpendidikan tapi orang orang yang berpendidikan pun sering mengucap salah yaitu endonesia bukan Indonesia. Salahnya dimana sih? Salah nya dimana? Kalo sumber daya alamnya tidak salah berarti yang jelas salah adalah sumber daya manusia nya bung! Saya tegaskan sumber daya manusianya yang salah.
Saya lebih mengapresiasi bule bule diluar yang berucap jelas walau nadanya tidak jelas. Meski nada mereka aneh tapi mereka lantang ketika disuruh berucap
selamat malam Indonesia”. “saya suka nasi goreng”
Kamu sering denger kan? ya itu disebuah konser konser band luar negeri. Terkadang pembawa acara sering menyuruh vokalis atau gitarisnya dengan bangga berucap untuk masyarakat Indonesia ya salah satu contohnya berucap selamat malam Indonesia. Jelas berbeda sekali kan? Mereka itu pendatang yang hanya singgah untuk sementara lalu pergi lagi, mungkin kan? Tapi alangkah indahnya mereka berucap sesuai, Indonesia bukan endonesia. Masa sih lagi lagi kita kalah sama bule? Kita yang penduduk aslinya sama sekali ga peduli mau bilang indonesia atau endonesia toh artinya sama aja kan mereka faham. Nah itu keresahan yang saya rasakan dan ingin membaginya pada kamu.
Ini jelas sekali ketidak pedulian generasi muda akan perjuangan bangsa, bergesernya paradigma kebangsaan dari generasi pejuang 45 ke generasi sejahteraan yaitu kita semua. Apa mungkin ini mode? Enigma masyarakat? Atau pengaruh globalisasi yang menyeret generasi muda kepada kata yang diucapkannya? Apapun alasannya pemerintah harus bisa menindak lanjutinya bisa saja dengan memberikan hukuman bagi yang salah berucap karena bisa saja kan itu diikuti oleh orang lain, maka harus secepat cepatnya diberikan sangsi untuk yang melanggarnya.
Kesalahkan yang diulang ulang jika terus dibiarkan akan menjadi sebuah budaya baru”
Saya dengar kata Pa Roni dosen kurikulum waktu semester dua kemarin. Sekecil apapun kesalahannya harus diperbaiki. Ini identitas loh sebuah nama, kok seenak udel diganti ganti ya mungkin biasa jika anda yang menganggapnya biasa, tapi jika saya ini bukan hal biasa. Ayo dong masa sih salah penyebutan ini jadi budaya? Ga banget kan. Saya mohon dengan sangat kepada para pembaca mulai dari sekarang ingatkan dan tegur orang disekeliling anda jika salah mengucap kata yang seharusnya “Indonesia” menjadi ”endonesia”. ubah yu pola pikirnya pola pikir kita dan orang disekeliling kita. kita suruh hargain jasa jasa para pahlawan dengan tidak salah berucap kalo bukan kita siapa lagi yang peduli? siapa lagi yang mau ngebenerin? Sebagai generasi penerus banga kita harus membiasakan melakukan hal yang terbaik bagi bangsa ini ya salah satunya dengan tidak salah berucap. Kalo ga dari sekarang kapan lagi? Mau nunggu sampe orang bule ikut ikutan bilang endonesia? Mungkin ini hal yang tidak penting yang tidak semestinya saya bahas, ini bukan bagian saya harusnya pemmerintahlah yang berbicara bukan saya. Pasti ada bagiannya kan? Terus sampai saat ini pengucapan salah dibiarkan saja kan? itulah alasan saya mengapa membahasnya. Mulailah dari hal terkecil. Karena dalam kajian ilmu Biomekanika olahraga disebutkan bahwa “evisiensi gerakan akan menghasilkan kekuatan yang sangat dasyat jika gerakan dilakukan dari gerakan otot terkecil dan diakhiri gerakan otot terbesar”. Jadi jika kita melakukan hal terkecil dan memberitahu lingkungan terkecil membeberkannya sampai menjadi hal besar pasti kekuatannya akan sangat besar kan? bener? ayo kita coba. Kalo gapercaya silahkan buktikan sendiri yang jelas saya tidak menulis alakadarnya melainkan melalui fakta tersirat maupun tersurat. Dari beberapa media yang saya dengar dan lihat, lakukanlah perubahan lakukan sekarang juga. Jika itu hal positif kenapa tidak kita lakukan?
THIS IS INDONESIA NOT ENDONESIA!!
PERBAIKILAH CARAMU BERUCAP, SEBARKAN PADA ORANG DISEKITAR LALU RASAKAN LEDAKANNYA.         

No comments:

Post a Comment