..bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk endonesia raya..
..endonesia raya merdeka merdeka tanahku
negeriku yang ku cinta..
..endonesia raya merdeka merdeka hiduplah
endonesia raya...
Indonesia Raya , W R
Supratman
Apa saya salah tulis ya? Itu endonesia kan bukan Indonesia?
Tapi ya memang begitu yang saya dengar ketika menonton televisi atau mendengar
percakapan orang disekitar saya, tepat sekali sekarang dari segi terkecil pun
akan saya paparkan. Kesalahan pengucapan sering kita dengar dan reaksi kita
apa? biasa saja kan? Inilah masalah baru yang harus kita bahas dan cari
solusinya. Sepenggal lagu Indonesia Raya, sepenggal kisah perjuangan pahlawan
kita bisa terasa perjuangannya mempertahankan Indonesia dalam lagu ini.
Berlumuran darah, bercucuran air mata mereka menyanyikan lagu kebangsaan ini
dengan bambu runcing dikepalnya mereka begitu lantang mengucapkan bait demi
bait didalam lagu ini Indonesia Raya, Indonesia Raya. 69 tahun setelah
kemerdekaan negara ini perubahan mulai bermunculan perkembangan pesat serta
kemunduran pola pikir masyarakatnya. Pada kenyataan yang saat ini sering kita
dengar salah pengucapannya. Bagi kita yang suka menonton pertandingan sepakbola
ini sangat lazim sekali terjadi, ya pada saat ceremonial menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum dimulainya pertandingan
atau komentator pada pertandingan tersebut. Kata Indonesia yang harusnya diucap
Indonesia malah sekarang lebih sering diucap endonesia. Apa itu endonesia?
sejenis umbi umbian? apa bisa dimakan? hehe sungguh aneh rakyat negara kita
ini. Nama indah Indonesia seenak jidat diganti jadi endonesia. Kalau kata kamu
ini hal yang biasa saja menurut saya ini sebuah kejanggalan, Lebih tepatnya
kesalahan fatal yang diulang-ulang. Ya tepat! Ini adalah kesalahan, tidak
peduli atas kesengajaan atau tidak tetapan sebuah kesalahan yang harus
diperbaiki.
Ini
adalah bukti yang saya dengar mungkin kamu juga mendengar dan sering kesal saat
kesalahan pengucapan yang diulang ulang oleh komentator bola
“ya kini bola berada di tangan pemain
endonesia, boas membawa bola... ahaaayy sayang sekali bolanya tertangkap oleh
kiper”.
Ini
sungguh hal yang menurut saya kerugian besar. Jika dibiarkan ini akan menimbulkan
budaya baru dimasyarakat indonesia.
Sungguh
sangat disayangkan Indonesia yang notabene negara paling kaya sumber daya alamnya
tapi masyarakat setempat malah bilang endonesia bukan Indonesia. Ini jelas
sekali tidak menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang di medan
pertempuran membangun dan memberikan kemerdekaan untuk kita sampai saat ini.
Bukannya mensyukri dengan berucap lebih pantas tapi kita Cuma bisa ketawa
ketawa dan berucap dengan lantang nama endonesia. Tidak hanya diucap oleh
rakyat tidak berpendidikan tapi orang orang yang berpendidikan pun sering
mengucap salah yaitu endonesia bukan Indonesia. Salahnya dimana sih? Salah nya
dimana? Kalo sumber daya alamnya tidak salah berarti yang jelas salah adalah
sumber daya manusia nya bung! Saya tegaskan sumber daya manusianya yang salah.
Saya
lebih mengapresiasi bule bule diluar yang berucap jelas walau nadanya tidak
jelas. Meski nada mereka aneh tapi mereka lantang ketika disuruh berucap
“selamat malam Indonesia”. “saya suka nasi goreng”
Kamu sering denger kan? ya itu
disebuah konser konser band luar negeri. Terkadang pembawa acara sering
menyuruh vokalis atau gitarisnya dengan bangga berucap untuk masyarakat
Indonesia ya salah satu contohnya berucap selamat malam Indonesia. Jelas
berbeda sekali kan? Mereka itu pendatang yang hanya singgah untuk sementara
lalu pergi lagi, mungkin kan? Tapi alangkah indahnya mereka berucap sesuai,
Indonesia bukan endonesia. Masa sih lagi lagi kita kalah sama bule? Kita yang
penduduk aslinya sama sekali ga peduli mau bilang indonesia atau endonesia toh
artinya sama aja kan mereka faham. Nah itu keresahan yang saya rasakan dan
ingin membaginya pada kamu.
Ini
jelas sekali ketidak pedulian generasi muda akan perjuangan bangsa, bergesernya
paradigma kebangsaan dari generasi pejuang 45 ke generasi sejahteraan yaitu
kita semua. Apa mungkin ini mode? Enigma masyarakat? Atau pengaruh globalisasi
yang menyeret generasi muda kepada kata yang diucapkannya? Apapun alasannya
pemerintah harus bisa menindak lanjutinya bisa saja dengan memberikan hukuman
bagi yang salah berucap karena bisa saja kan itu diikuti oleh orang lain, maka
harus secepat cepatnya diberikan sangsi untuk yang melanggarnya.
“Kesalahkan yang diulang ulang jika terus
dibiarkan akan menjadi sebuah budaya baru”
Saya
dengar kata Pa Roni dosen kurikulum waktu semester dua kemarin. Sekecil apapun
kesalahannya harus diperbaiki. Ini identitas loh sebuah nama, kok seenak udel
diganti ganti ya mungkin biasa jika anda yang menganggapnya biasa, tapi jika
saya ini bukan hal biasa. Ayo dong masa sih salah penyebutan ini jadi budaya? Ga
banget kan. Saya mohon dengan sangat kepada para pembaca mulai dari sekarang
ingatkan dan tegur orang disekeliling anda jika salah mengucap kata yang
seharusnya “Indonesia” menjadi ”endonesia”. ubah yu pola pikirnya pola
pikir kita dan orang disekeliling kita. kita suruh hargain jasa jasa para
pahlawan dengan tidak salah berucap kalo bukan kita siapa lagi yang peduli? siapa
lagi yang mau ngebenerin? Sebagai generasi penerus banga kita harus membiasakan
melakukan hal yang terbaik bagi bangsa ini ya salah satunya dengan tidak salah
berucap. Kalo ga dari sekarang kapan lagi? Mau nunggu sampe orang bule ikut
ikutan bilang endonesia? Mungkin ini hal yang tidak penting yang tidak
semestinya saya bahas, ini bukan bagian saya harusnya pemmerintahlah yang
berbicara bukan saya. Pasti ada bagiannya kan? Terus sampai saat ini pengucapan
salah dibiarkan saja kan? itulah alasan saya mengapa membahasnya. Mulailah dari
hal terkecil. Karena dalam kajian ilmu Biomekanika olahraga disebutkan bahwa “evisiensi gerakan akan menghasilkan
kekuatan yang sangat dasyat jika gerakan dilakukan dari gerakan otot terkecil
dan diakhiri gerakan otot terbesar”. Jadi jika kita melakukan hal terkecil dan
memberitahu lingkungan terkecil membeberkannya sampai menjadi hal besar pasti
kekuatannya akan sangat besar kan? bener? ayo kita coba. Kalo gapercaya
silahkan buktikan sendiri yang jelas saya tidak menulis alakadarnya melainkan
melalui fakta tersirat maupun tersurat. Dari beberapa media yang saya dengar
dan lihat, lakukanlah perubahan lakukan sekarang juga. Jika itu hal positif
kenapa tidak kita lakukan?
THIS IS INDONESIA NOT
ENDONESIA!!
PERBAIKILAH CARAMU BERUCAP,
SEBARKAN PADA ORANG DISEKITAR LALU RASAKAN LEDAKANNYA.
No comments:
Post a Comment