Sunday, May 31, 2020

pribumi yang terkalahkan


...sudah lama beta tidak berjumpa dengan kau..
...sekarang telah menjadi lautan api..
..mari bung rebut kembali..
-Halo halo Bandung, Ismail Marzuki
Dalam segala aspek kecuali kekayaaan sumber daya alamnya tidak dapat dipungkiri Indonesia kalah dari negara lain. Kekayaan alam dan budayanya tidak dapat membantu indonesia dalam persaingan dengan negara lain. Ratusan gunung ribuan pantai bisa kita nikmati di negara kita tercinta ini, ya sudah berapa kali saya bilang, negara Indonesia adalah negara kaya. Negara yang kaya akan segala galanya, bahkan banyak peneliti yang bilang kalo letak Indonesia itu berada tepat diatas Atlantis, negara kaya yang hilang jutaan tahun yang lalu karena letusan gunung yang maha dasyat.
          Suatu hari saya hendak pergi kerumah teman, diperjalanan tiba tiba hujan besar dan saya pun berteduh diwarung kecil yang didalamnya terdapat seorang pengamen memegang kulele (gitar yang ukurannya mini) Ia sedang menghitung recehan yang ada ditangannya sambil tersenyum kepada saya. Hari menjelang senja hujan pun masih belum reda. Melihat saya yang kebasahan, pengamen itu menyuruh saya masuk dan mempersilahkan saya duduk di bangku sebelahna dengan nada lembut,sopan dan someah khas orang sunda. Saya pun menyalakan sebatang rokok yang saya beli dan duduk disampingnya dan tak lupa saya menawarinya rokok agar ia tak kedinginan,tapi ia tidak mau menerima pemberian saya melainkan membeli sendiri dengan uang receh yang didapatnya. sambil memandangi hujan yang semakin deras, pengamen itumembeli secangkir kopi hitam dan sebatang rokok. Saya sangat ingat kejadian itu ia meneguk kopi yang panas itu dan menghisap kembali sebatang rokoknya.
          Sungguh iri saya melihatnya ia masih bisa tersenyum dan bercanda tawa dengan pemilik warung yang saya tumpangi untuk berteduh,dengan candannya ia tertawa lepas sambil kembali meneguk kopi yang lama kelamaan habis. Dengan segala kekurangannya ia masih bisa menikmati secangkir kopi dan satu batang rokok ditangannya, dalam masalah ini kata kuncinya ialah bersyukur atas apa yang telah didapat. Toh dengan uang receh pun ia masih bisa bercanda tertawa lepas serta menikmati secangkir kopi dan sebatang tembakau.saat saya tanya lebih jauh ia adalah salah satu penduduk asli daerah tersebut, tepatnya dikolong jembatan pasupati ya kita sebut ia pribumi. Ia mengamen karena tidak adanya pekerjaan, pengamen yang hanya tamat bangku sekolah dasar tidak bisa berbuat apa apa saat takdir berkata lain. Mahalnya biaya pendidikan saat itu membuat ia memilih untuk meneruskan hidupnya dijalanan, bukan dikursi pemerintahan. Serba kekurangannya membuat pola berfikir mereka berubah. “daripada buat bayar sekolah mending uangnya pake buat makan supaya ga mati, kalo uangnya dipake sekolah kita mau makan apa? yang ada mati kelaparan”. sungguh kata kata yang mengetuk hati saya, disisi lain kita masih ngomel ke orang tua jika uang saku kurang dan ujung ujungnya ngambek, tapi mereka? Ada atau tidak adanya uang mereka tidak ngambek tapi bersyukur. Tetap bisa tertawa, tetap bisa bahagia dan terus menjalani hidupnya.
Secara tidak langsung ialah yang terkalahkan, segelintir orang yang kalah karena perubahan jaman, kemajuan teknologi yang mungkin saja ia tidak bisa menyelaraskannya. Segelintir orang yang masih bisa bertahan hidup di lika liku permasalahan di negeri ini.Pribumi yang terkalahkan, bukankah ini masalah pemerintah? Yang tidak bisa mensejahterakan masyarakatnya? Obral janji mensejahterakan masyarakat kecil saat pemilihan tidak mereka rasakan, ya mereka, mereka pribumi yang terkalahkan. Segala upaya dilakukan pemerintah, dari mulai sekolah gratis, beras raskin, jamsospek dan lain lain tapi tidak ada efeknya bagi mereka. mereka ya tetap saja kurang sejahtera, serba kekurangan dengan tingkat kesabaran tingkat tinggi mereka bisa menghadapinya, meski mereka terkalahkan merekalah yang menjaga keseimbangan di negara ini, benar kan? Ini juga masalah kita bung. Hey kita ini makhluk sosial, ini adalah salah satu masalah sosial. Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa bantuan dari orang lain.
          “tidak ada orang kaya jika tidak ada orang miskin, tidak ada juara jika tidak ada yang terkalahkan”
          Banyak orang orang yang saya temui ketika saya singgah diwarung sebelah pudunan. Disitulah saya biasa berdiam diri, Suasananya yang sejuk ditambah banyaknya poho diwarung itu membuat saya betah untuk beristirahat disitu, dan warung sebelah pudunan ini salah satu tempat yang paling sering saya singgahi. Tak hanya saya, para pegawai kantoran, kurir sepeda motor, para pekerja bangunan hingga seorang kakek tua yang mendorong sebuah gerobak pun singgah disana. Mereka juga singgah untuk seedar melepas lelah atau hanya menikmati secangkir kopi. Waktu itu saya singgah sebentar karena vespa saya bermasalah, dan saya bertemu dengan seorang laki laki pegawai kantoran berbaju rapih serta wangi, sejenak saya beristirahat dan memesan secangkir teh manis. Entah hari apa tapi saya masih ingat waktu itu masih jam sembilan pagi. Saat semua sibuk dengan kegiatannya masing masing, laki laki pegawai kantoran itu santai menikmati secangkir kopi sambil sibuk bermain dengan gadgetnya, beda dengan yang lain. Saya ga teralu kepo sih tapi yang saya liat ia sangat asik hehe ketawa ketawa sendiri mirip orang gila. Hal itu pun menimbulkan rasa penasaran, dan akhirnya saya pun bertanya,
“Pa ga ngantor?tanya saya”
“Engga kang soalnya si bos lagi ga ada makanya saya nongkrong disini. Jawabnya singkat”
Lah enak bener ya si bapa ini digaji tetep tapi ga kerja, malah enak enakan diem diwarung. Setelah kami berbincang ternyata ia adalah seorang pegawai swasta yang bekerja di bidang pemasaran ya pokonya dibidang pemasaran deh hehe soalnya dia ga bilang posisinya apa yang jelas kerjanya cuma nginput data terus nerima telfon. Saat disinggung penghasilannya pun cukup lumayan, ya bisa lah buat nyicil motor matic hehehe. Menurut saya sih pekerjaannya enak, ga memerlukan tenaga fisik dan uangnya lumayan, tapi ga berimbang sih dengan tenaga yang dikeluarkan.
          Sepulang kuliah saya sempatkan lagi untuk menikmati senja diwarung pudunan, kebetulan waktu itu ada seorang kurir yang terlebih dahulu duduk didalam, makanya saya ambil bangku dan duduk diluar. Sambil menunggu kopi yang saya pesan, saya mendengar percakapan kurir itu dengan babeh penjaga warung. Ini bukannya saya nguping ya Cuma suaranya itu lumayan keras loh jadi kedengeran tanpa harus nguping hehehe. Tapi sebagai mahasiswa yang sopan saya meninggalkan percakapan mereka dan pergi menuju mesjid untuk buang air kecil. Setelah selesai saya pun balik lagi kewarung dan ternyata kurir itu udah ga ada. Tanpa saya bertanya pun babeh warung melontarkan pernyataan kepada saya bahwa kurir iru adalah kenalannya sejak setahun lalu, dia sering mengasupi dagangan warung babeh seperti rokok, mie dan kopi. Lantas kenapa tadi dia ngomong keras gitu? Ternyata lagi kurir itu berniat meminjam uang kepada babeh warung sambil menceritakan keluh kisahnya sebagai kurir. Saya menanggapinya dengan serius sambil meneguh kopi yang saya pesan dan mulai bertanya kepada babeh warung. Kami berbincang dengan asiknya, ngalor ngidul membicarakan hal hal yang lainnya. saya pun akhirnya tau kenapa kurir itu hendak meminjam uang. Dikarenakan kebutuhan keluarganya yang terbelit hutang kepada depkolektor dengan bunga yang cukup lumayan. Makanya tadi si kurir bicara keras arena kesal sekali, dia menyesal karena pernah meminjam uang kepada depkolektor.
          Aduh uang lagi uang lagi masalahnya. Saya sampai heran setiap orang yang saya temui masalahnya tuh pasti ga akan jauh jauh dari uang. Kalo ga kekurangan uang ya kesulitan uang, belum pernah saya denger orang yang curhat kelebihan uang hehehe. Tiap hari selasa sebelum berangkat kekampus saya sempatkan untuk meminum kopi diwarung pudunan, menambah perbincangan dengan orang sekitaryang mungkin tidak pernah saya dengar. Seperti biasa saya memesan kopi untuk menemani pagi itu. Tak lama kemudian segerombolan kuli bangunan datang membawa peralatan bangunannya. Dengan semangat dan senyuman di pagi itu mereka menapaki jalan untuk bekerja.Singgah sebentar membeli beberapa bungkus tembakau dan pergi lagi. Merea ramah sekali sopan saat melewat, padahal kan saya Cuma anak kecil yang duduk disitu, tapi mereka tetap sopan untuk melewati saya.
          “punten kang...”
“Mangga mangga”
          Dalam bahasa indonesia artinya “permisi kang.. silahkan silahkan..”
          Tak lama kemudian babeh warung menghampiri saya, kembalilah saya bertanya tanya kepada babeh warung itu siapa mau kemana dan banyak hal lagi yang saya tanyakan. Setelah lama bercerita ternyata segerombolan orang itu adalah pekerja bangunan di sebuah proyek dekat warung. Setiap pagi mereka memang lewat situ untuk membeli beberapa batang rokok, Babeh mengatakan bahwa mereka memang selalu ceria seriap pergi bekerja, begitupun jika pulang kerja mereka masih tetap semangat meski baju berbalut lumpur, mereka tetap tertawa. Kekeluargaanlah yang membuat mereka seperti itu, kebersamaan yang mereka jalani dan kemistri pertemanan membuat mereka melupakan kelelahan yang setiap hari mereka alami. Bayangkan oleh anda, pekerja bangunan punya dapet uang berapa sih? Pasti gakan ngelebihin pegawai kantoran yang saya ceritakan awal awal. Meski pekerjaan mereka berdua berbeda tapi yang memerlukan ekstra tenaga pasti yang pegawai bangunan kan? Nah selain pekerja bangunan itu selalu bersyukur dan menjalani hidup ini dengan semangat, maka Tuhan memberikan teman yang bisa membuat mereka melupakan kesehariannya sebagai pekerja bangunan. Begitu indah, pekerjaan berat sekalipun jika dijalani dengan kebersamaan tidak akan terasa berat, lelah, letih, lesu dan lemas terobati dengan adanya sebuah pertemanan yang kompak. Hal yang sudah lama tidak saya temukan, hal yang begitu langka dikalangan anak muda saat ini. Manusia memang memiliki ego masing masing, memiliki sifat individualisme yang tidak bisa dibendung oleh orang lain. Dalam kasus ini saya dapat menyimpulkan bahwa hal terkecil yang bisa membuat seseorang bahagia adalah pertemanan, hal yang membuat seseorang nyaman adalah kekeluargaan dan kedua hal itu menimbulkan ikatan persaudaraan baru. Jangan salah loh pertemanan ada juga yang tidak didasari dengan sifat kekeluargaan, dalam artian hanya sebatas nama = teman.
“...Ada dikala senang hilang dikala susah, itulah teman...”
“..saat matahari bersinar mereka begitu banyak menghampiri, begitu datang hujan mereka pergi hilang entah kemana, dan akhirnya kehujanan sendirian..”

“..Bukan berapa jumlah teman yang kau miliki, tapi seberapa banyak teman yang menemanimu tanpa alasan..”
Desember 2013, Tegar Rimbara
          Seperti biasa sepulang kuliah saya mendaratkan vespa tepat disebelah warung pudunan. Waktu itu pukul lima sore dalam keadaan mendung segeralah saya masuk ke ruangan tengah tempat biasa saya ngopi memesan kopi dan menyalakan sebatang rokok yang saya bawa. Nikmatnya hari itu hjan gerimis inggris dengan kopi hangat dan asap rokok yang saya rasakan. Selang beberapa menit datanglah seorang kakek tua membawa gerobak berisikan pisang, ya kakek tua itu tukang pisang keliling. Dengan badan setengah bungkuk gerobaknya pun sudah kurang dari kata lumayan ia memarkirkannya didepan warung pudunan dengan baju kebasahan dan masuk ke ruang yang saya tempati. Tanpa disuruh saya memberikan ruang duduk untuk kakek tua itu merebahkan badannya, saya tawari kopi ia hanya mengangguk dan tersenyum, yaudah saya suruh aja kakek itu duduk didekat kompor agar setidaknya dia bisa menghilangkan dari bajunya yang basah kuyup. Babeh warung keluar dan menawarinya segelas teh manis dan kake tua pun mengiyahkannya, sambil ngemil roti kakek tua itu nampak kelelahan.
“..aduh hujan aja tiap hari” tegasnya
“..iya nih kek lagi musimnya, tadi darimana aja kek?” tanyaku mencairkan suasana
“..biasa abis keliling sarijadi nak..”jawab kakek tua itu sambil mengusap air dimukanya.
“..wah jauh amat kek,ga cape apa?”tanyaku lagi
“..ya cape tapi mau gimana lagi?ini pisang harus kejual nak, kalo engga nanti cucu saya makan apa..?”
          Percakapan aslinya berbahasa sunda tidak kasar. Saya tak henti hentinya bertanya kepada si kakek darimana,mau kemana,semalam berbuat apa hehehe engga lah ya saya intinya penasaran, pokonya saya nanya tentang ini itu kepada si kakek. Saya sangat antusias dengan si kakek ini, udah tua gini loh ko masih dorong dorong gerobak malem malem sambil ujan ujanan pula kan ga lucu, kemana nih anak anaknya?. Oiya karena hujan masih deras saya pun menunggu hujannya reda,kareka kebetulan saya ga bawa jas hujan begitu pun dengan si kake sama nunggu hujannya reda, sampai cuaca jadi malam. Obrolan kami semakin seru, akhirnya si kakek bercerita kenapa ia mendorong gerobak berjualan pisang, kenapa ia masih mendorong gerobak sampai saat ini. Saya terharu mendengar semuanya, mendengarkan si akek tua bercerita membuat saya berfikir bahwa dengan kelapangan hati dan kesabaran membuat kita kaya hati, membuat fikiran jernih dan bersemangat dalam hari hari yang dijalani. Karena himpitan ekonomi anak pertama kakek tua itu tidak sekolah dan sekarang kerja menjadi tkw dinegara tetangga.
          Sudah hampir empat tahun kebelakang anak pertamanya itu tidak pulang kerumah, tanpa kabar dan kakek tua pun menyerahkan segalanya kepada Yang maha Kuasa. Anak keduanya perempuan bernama teh Lilis sekarang sudah menikah dan dikaruniai dua orang anak. Karena keterbatasan ekonomi juga suami teh lilis bekerja jadi kuli bangunan didaerah rumahnya, penghasilannya tak seberapa dan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya maka mereka masihmenumpang dirumah kakek tua. Yang membuat kakek itu menjual pisang adalah karena rasa sayang pada cucunya yang masih balita, kakek sangat menyayangi cucunya itu, disela sela kesibukannya ia selalu bermain dengan cucu yang paling kecilnya. Oiya istri dari kakek itu sudah lama tiada, meninggal karena kanker. Keadaan yang kurang mencukupi membuat kakek tua itu tidak bisa berbuat banyak. Keterbelakangan dalam hal pendidikan membuat kakek tua itu hanya bisa berjualan pisang, ya dari dulu Cuma hal itu yang dapat ia lakukan untuk menyambung hidup. Cuma berjualan yang bisa dilakukan oleh orang orang kecil sepertinya.

          “Sesibuk apapun, alokasikan waktu untk silaturahmi, bukan saja soal uang dan peluang! Ternyata silaturahmi itu menyehatkan!                   
                                                                                                            Januari 2014, Kiki Ramdhani

Hidup saya penuh dengan drama, ya drama orang lain yang saya tanya tanya. Mungkin melalui catatan saya ini siapa tau pembacanya bisa sampai ke kursi pemerintahan, agar mereka bisa mendengar cerita cerita dari pribumi yang terkalahkan, dari orang yang tidak mereka temui, yang mungkin sampai saat ini pribumi yang terkalahkan belum bisa merasakan indahnya Indonesia. Himpitan ekonomi dengan kebijakan kebijakan pemerintah yang membuat mereka jengah, mosi tidak percaya bahkan ada yang sangat acuh sekali. Kita itu diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi, untuk saling membantu, saling ada untuk yang lainnya dan menjalin silaturahmi. Bukannya untuk berebut kekuasaan, berebut kebahagiaan dan mensejahterakan kehidupannya sendiri.

Satu sebab sejuta akibat


“Tidak akan ada asap jika tidak ada api ”
“..tidak akan ada kain jika tidak dijahit..”
          Perubahan adalah hasil dari proses adanya sebab dan akibat. Jika tidak ada pikiran untuk merubah ya tidak akan ada perubahan. Indonesia dengan seluruh kekayaan alamnya merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Gugusan gunung dan deretan pantai yang menambah indahnya negeri ini dengan berjuta masyarakat yang tersebar dari Sumatra hingga Papua. Sumber daya alam yang melebihi kata mencukupi dengan berbagai warisan nenek moyangnya indonesia merupakan salah satu negara yang menduduki 5 besar dunia dalam kategori kekayaan budaya dan segala aspek yang mendukungnya.Kekayaan alam negeri ini sering dikait kaitkan dengan atlantis negeri kaya pada abad ke sepuluh atau sering disebut “Indonesia the lost atlantis”. Negara kaya yang hilang itu adalah Indonesia ya letak negara ini yang kata para ilmuan percis diatas atlantis mengakibatkan Indonesia memiliki segala keindahan alam,kekayaannya serta berbagai flora dan fauna langka didalamnya. Koes plus dengan jelas menegaskan dalam lagunya “orang bilang tanah kita tanah surga tongkat kayu dan batu jadi tanaman” artinya hanya di indonesia apapun yang ditanam pasti jadi sesuatu atau menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Seiring dengan arus globalisasi indonesia negara yang gagah dengan beribu budaya dan ragam tradisi ini lama kelamaan menjadi negara yang konsumtif dalam segala aspek. Salah satu contohnya Indonesia yang memiliki lebih dari delapan ribu tarian tradisional masih kalah dengan masuknya budaya k-pop melalui tarian tarian yang lebih modern hampir seluruh anak muda indonesia melupakan apa yang mereka miliki, dan lebih fokus untuk menggali budaya k-pop yang kiat menyebar virusnya. Anak anak mudanya lebihtertarik pada budaya asing ketibang melestarikan budayanya sendiri. Bahkan mereka rela bayar uang banyak untuk nonton band band korea atau inggris ketibang nonton tarian tradisional secara gratis.
Apakah ini bahaya bagi Indonesia? Menurut saya ini sangat berbahaya sekaligus ancaman bagi negara yang kaya akan budaya seperti Indonesia. Dalam hal ini kita tidak bisa menyalahkan bangsa asing yang memasukan budayanya ke Indonesia. Lah terus salah siapa? Salahnya terletak pada masing masing individu bangsa indonesia mulai dari individu yang duduk di kursi pemerintahan hingga individu yang duduk dipinggir jalan. Lagi lagi bukan sumber daya alamnya yang salah melainkan sumber daya manusia nya yang kurang berfikir. Berarti secara tidak langsung orang orang yang duduk dikursi pemerintahan sama saja kan dengan pengamen, pengemis dan pedagang kaki lima yang duduk dipinggir jalan setiap harinya, sama sama tidak memikirkan budaya bangsa yang indah ini. Mereka hanya sibuk dengan kepentingan personalnya menambah kekayaan mereka sendiri banyak yang bilang sih “Yang kaya semakin kaya, Yang miskin semakin miskin”  tidak sedikit pun memikirkan apa yang terjadi bila hal ini dibiarkan saja, lama kelamaan budaya indonesia yang beraneka ragam akan punah begitu saja, ya hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat dan sikap acuhnya pemerintah.
Hal yang biasa tapi memiliki efek yang luar biasa. Tidak kah kamu merasa sedih melihat anak anak kecil menari di perayaan Hari Kemerdekaaan Indonesia yang lucu serta lemah gemulai menarikan tarian tarian korea atau melantunkan semua nada nada berbahasa inggris untuk memeriahkan acara tersebut? Itulah yang terjadi di lingkungan tempat saya tinggal atau mungkin itu juga yang terjadi di lingkukan tempat pembaca berdomisili. Apakah tarian tarian indonesia yang begitu kuno nya sehingga anak anak kecil enggan menyapanya? Atau karena anak anak lebih tertarik dengan budaya budaya asing? Ya mungkin saja karena selain lebih modern dan dianggap gaul oleh mereka yang menyaksikannya dalam pembawaannya tarian tarian asing lebih menonjolkan sisi penampilan ketimbang makna dari tarian tersebut
Anak anak kecil menari dan bernyanyi dengan indah membawakan alunan nada dari bangsa asing, apakah itu sebuah kemajuan? Atau melainkan ancaman? Ya itu sebuah kemajuan, anak anak kecil bisa fasih berbicara bahasa inggris tetapi bukankah alangkah indahnya hari kemerdekaan di isi dengan tarian tarian tradisional dengan melantunkan nada nada dari kecapi dan suling bambu yang menemaninya? Toh Cuma setahun sekali ini kan? tidak setiap hari. Apa salahnya coba bayangkan ini masalah kita semua loh, jangan dianggap enteng, ini masalah bangsa loh menyangkut budaya dan etika didalamnya.
Mungkin kalian bingung apa yang saya bicarakan tetapi itulah fakta yang terjadi di masyarakat bukan opini, melainkan sebuah modernisasi untuk perlahan lahan melupaan budaya sendiri, sebuah pandangan dari seseorang akan sebuah kemajuan yang jangkal. Sebuah masalah ketika dikatakan masalah karena didalamnya ada struktur yang tidak berkombinasi dengan baik melainkan adanya kesalahan pada sistem. jadi sekarang jelas kan apa masalah dari masuknya budaya asing ke indonesia? kamu pasti tau jawabannya sendiri.

       “ kebudayaan yang benar benar dilahirkan di alam, sederhana, rendah hati dan murni ”
                                                                                               -Masanobu Fukuoka

          Tak hanya dalam aspek kebudayaan, akibat dari efek globalisasi ini juga dapat dirasakan oleh kita. Sebagian besarnya terjadi pada anak anak dan remaja yang masih labil, iya labil dalam artian belum bisa menyerap informasi secara keseluruhan. Kurangnya pendidikan agama dan bimbingan dari orang tua mereka menjadi penyebabnya. Apakah disekeliling anda pengguna internetnya anak anak dan remaja? Kalo iya berarti sama dengan apa yang terjadi dilingkungan saya. Aduh ampun tiap saya kewarnet pasti disamping saya anak anak kecil berumur delapan tahunan. Saya coba lirik komputer mereka dan ternyata aah sudahlah!!! Mereka membuka situs situs yang seharunya tidak diakses oleh anak anak seumuran mereka. Saya marah waktu saya memergoki mereka ya namanya juga anak kecil cuek saja melanjutkannya. Kalian tahu apa yang mereka akses? Ya betul sekali, mereka mengakses situs situs porno dan berbincang disalah satu media sosial. Saat saya tanya itu siapa, mereka ga ngejawab lalu saya pun membuka profile orang tersebut dan ternyata anak anak sma yang meladeni anak umur delapan tahunan itu chat. Langsung saya bilang ke petugas warnetnya
“a ebok ngke mah si didis tong dititah asup ka wartnet,a mukaan nu aneh aneh tah!!”
Dalam bahasa indonesia “om ebok nanti didis jangan disuruh masuk ke warnet dia malah buka yang aneh aneh
Aduh saya sungguh khawatir kemana ini orang tuanya, gimana perasaan ibunya kalo tau ya huhuhu. Mereka kan Cuma anak kecil ya jangan boleh lah main ke warnet, bahaya kan. Coba deh kita liat kasus kebelakang, pemerkosaan dan pembunuhan dilakukan dijejaring sosial kan? Dengan perkenalan di jejaring sosial lalau diajak ketemuan dan aaah sudahlah hal hal keji terjadi. Batasan batasannya tuh kita harus tau, yaa kita pasti tau coba kalo anak kecil mana tau? Kan mereka masih labil, mungkin kalo disuruh beli belanjaan ke warung sama ibunya saja masih suka salah. Orang tuanya pada kemana nih? Teguran loh ini sangat bahaya, buat pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan perlu diingat ya didiklah anakmu semaksimal mungkin karena sekarang kejahatan tidak pandang bulu, mau yang udah berumur atau mau yang masih duduk di bangku sekolah dasar bisa jadi sasarannya. Teguran juga loh ini buat mereka orang tua yang udah punya anak, jangan dibiarkan mereka terlalu bebas teruslah awasi mereka, anak anak kecil jaman sekarang bermodalkan tiga ribu rupiah saja mereka bisa diculik,dicabuli bahkan dibunuh. makanya jangan dianggap enteng ya ibu ibu bapak bapak, anak kecil tuh masih labil sama kaya remaja, jangan terlalu dipercaya deh harus tetep ngawasi mereka. Apa ruginya sih ngawasih anak sendiri? Engga ada kan? Makanya terus jaga ya, bila perlu pasang saja saluran internet dirumah anda biar mereka gausah ke warnet, bahaya, salah klik aja aduh efeknya begitu berbahaya. Ya sebenernya teguran juga buat kita, gabisa diem aja lah kalo liat anak kaya gitu jangan dibiarin, tapi dikasih tau yang bener biar dia juga tau mana yang salah mana yang bener.
Saya ga sepenuhnya nyalahin orang tua sih, karena penting juga kalo anak anak kecil dikenalin sama globalisasi, tapi ya seperlunya aja sih biar si anak ga jadi gaptek atau gabisa sama sekali maenin komputer, hp atau gadget terbaru. Gak hanya orang tua yang salah, tapi guru juga mendapat imbas jika hal hal yang tidak diinginkan terjadi, berarti guru sudah gagal dalam mendidik anak, betul tidak? Dalam hal ini perlu dibekali dengan ilmu ilmu agama, kaidah kaidah yang berlaku dalam agama,larangan larangan serta amal baiknya, tekankan terus agar anak mengingatnya terus menerus. Intinya ya kita lakukan pencegahan sejak dini,bukan larangan atau kebebasan tanpa pengawasan. Gini gini juga saya belajar psikologi anak loh kan saya kuliah dijurusan keguruan. Nih saya kasih sedikit ilmunya, kemampuan manusia belajar dari 0-5 tahun itu masih rendah, 5-15 tahun baru berkembang, nah diumur 5-15 tahun anak harus dibekali ilmu ilmu yang penting bagi mereka, yang seengganya mereka terus inget sama apa yang sudah ita berikan contohnya ilmu agama, jangan mencuri, jangan menyotek dan sebagainya, dengan begitu anak akan terbiasa dan terus dibiasakan. Kan saya udah pernah bilang
kebiasaan yang diulang ulang jika dibiasakan akan menjadi budaya baru yaitu budaya terbiasa
Selain dari itu orang tua harus tahu karakter intra dan inter personal anaknya, intrapersonal adalah bahagia dengan diri sendiri dan interpersonal adalah hubungannya dengan orang lain. Orang tua ya harus memperhatiannya, mengawasinya ayoo semangat buat yang udah punya anak hehehe. Ayo ini jelas bukan sumber daya alamnya yang salah tapi lagi lagi sumber daya manusianya yang salah, kurang mengawasi. Dalam kasus lain satu sebab sejuta akibat adalah perkenalan. Ya kata singkat yang sering dilakukan oleh kita ketika bertemu dengan orang orang baru. Perkenalan merupakan sebab dari yang tanpa kita sadari bisa menimbulkan sejuta akibat yang berbahaya. Semua  ini terjadi dilingkungan sekitar anda yang mungkin tidak anda sadari. Perkenalan dengan budaya baru,lingkungan baru dan juga teknologi baru.

Indonesia atau endonesia


..bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk endonesia raya..
 ..endonesia raya merdeka merdeka tanahku negeriku yang ku cinta..
 ..endonesia raya merdeka merdeka hiduplah endonesia raya...
Indonesia Raya , W R Supratman

          Apa saya salah tulis ya? Itu endonesia kan bukan Indonesia? Tapi ya memang begitu yang saya dengar ketika menonton televisi atau mendengar percakapan orang disekitar saya, tepat sekali sekarang dari segi terkecil pun akan saya paparkan. Kesalahan pengucapan sering kita dengar dan reaksi kita apa? biasa saja kan? Inilah masalah baru yang harus kita bahas dan cari solusinya. Sepenggal lagu Indonesia Raya, sepenggal kisah perjuangan pahlawan kita bisa terasa perjuangannya mempertahankan Indonesia dalam lagu ini. Berlumuran darah, bercucuran air mata mereka menyanyikan lagu kebangsaan ini dengan bambu runcing dikepalnya mereka begitu lantang mengucapkan bait demi bait didalam lagu ini Indonesia Raya, Indonesia Raya. 69 tahun setelah kemerdekaan negara ini perubahan mulai bermunculan perkembangan pesat serta kemunduran pola pikir masyarakatnya. Pada kenyataan yang saat ini sering kita dengar salah pengucapannya. Bagi kita yang suka menonton pertandingan sepakbola ini sangat lazim sekali terjadi, ya pada saat ceremonial menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum dimulainya pertandingan atau komentator pada pertandingan tersebut. Kata Indonesia yang harusnya diucap Indonesia malah sekarang lebih sering diucap endonesia. Apa itu endonesia? sejenis umbi umbian? apa bisa dimakan? hehe sungguh aneh rakyat negara kita ini. Nama indah Indonesia seenak jidat diganti jadi endonesia. Kalau kata kamu ini hal yang biasa saja menurut saya ini sebuah kejanggalan, Lebih tepatnya kesalahan fatal yang diulang-ulang. Ya tepat! Ini adalah kesalahan, tidak peduli atas kesengajaan atau tidak tetapan sebuah kesalahan yang harus diperbaiki.
Ini adalah bukti yang saya dengar mungkin kamu juga mendengar dan sering kesal saat kesalahan pengucapan yang diulang ulang oleh komentator bola
ya kini bola berada di tangan pemain endonesia, boas membawa bola... ahaaayy sayang sekali bolanya tertangkap oleh kiper”.
Ini sungguh hal yang menurut saya kerugian besar. Jika dibiarkan ini akan menimbulkan budaya baru dimasyarakat indonesia.
Sungguh sangat disayangkan Indonesia yang notabene negara paling kaya sumber daya alamnya tapi masyarakat setempat malah bilang endonesia bukan Indonesia. Ini jelas sekali tidak menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang di medan pertempuran membangun dan memberikan kemerdekaan untuk kita sampai saat ini. Bukannya mensyukri dengan berucap lebih pantas tapi kita Cuma bisa ketawa ketawa dan berucap dengan lantang nama endonesia. Tidak hanya diucap oleh rakyat tidak berpendidikan tapi orang orang yang berpendidikan pun sering mengucap salah yaitu endonesia bukan Indonesia. Salahnya dimana sih? Salah nya dimana? Kalo sumber daya alamnya tidak salah berarti yang jelas salah adalah sumber daya manusia nya bung! Saya tegaskan sumber daya manusianya yang salah.
Saya lebih mengapresiasi bule bule diluar yang berucap jelas walau nadanya tidak jelas. Meski nada mereka aneh tapi mereka lantang ketika disuruh berucap
selamat malam Indonesia”. “saya suka nasi goreng”
Kamu sering denger kan? ya itu disebuah konser konser band luar negeri. Terkadang pembawa acara sering menyuruh vokalis atau gitarisnya dengan bangga berucap untuk masyarakat Indonesia ya salah satu contohnya berucap selamat malam Indonesia. Jelas berbeda sekali kan? Mereka itu pendatang yang hanya singgah untuk sementara lalu pergi lagi, mungkin kan? Tapi alangkah indahnya mereka berucap sesuai, Indonesia bukan endonesia. Masa sih lagi lagi kita kalah sama bule? Kita yang penduduk aslinya sama sekali ga peduli mau bilang indonesia atau endonesia toh artinya sama aja kan mereka faham. Nah itu keresahan yang saya rasakan dan ingin membaginya pada kamu.
Ini jelas sekali ketidak pedulian generasi muda akan perjuangan bangsa, bergesernya paradigma kebangsaan dari generasi pejuang 45 ke generasi sejahteraan yaitu kita semua. Apa mungkin ini mode? Enigma masyarakat? Atau pengaruh globalisasi yang menyeret generasi muda kepada kata yang diucapkannya? Apapun alasannya pemerintah harus bisa menindak lanjutinya bisa saja dengan memberikan hukuman bagi yang salah berucap karena bisa saja kan itu diikuti oleh orang lain, maka harus secepat cepatnya diberikan sangsi untuk yang melanggarnya.
Kesalahkan yang diulang ulang jika terus dibiarkan akan menjadi sebuah budaya baru”
Saya dengar kata Pa Roni dosen kurikulum waktu semester dua kemarin. Sekecil apapun kesalahannya harus diperbaiki. Ini identitas loh sebuah nama, kok seenak udel diganti ganti ya mungkin biasa jika anda yang menganggapnya biasa, tapi jika saya ini bukan hal biasa. Ayo dong masa sih salah penyebutan ini jadi budaya? Ga banget kan. Saya mohon dengan sangat kepada para pembaca mulai dari sekarang ingatkan dan tegur orang disekeliling anda jika salah mengucap kata yang seharusnya “Indonesia” menjadi ”endonesia”. ubah yu pola pikirnya pola pikir kita dan orang disekeliling kita. kita suruh hargain jasa jasa para pahlawan dengan tidak salah berucap kalo bukan kita siapa lagi yang peduli? siapa lagi yang mau ngebenerin? Sebagai generasi penerus banga kita harus membiasakan melakukan hal yang terbaik bagi bangsa ini ya salah satunya dengan tidak salah berucap. Kalo ga dari sekarang kapan lagi? Mau nunggu sampe orang bule ikut ikutan bilang endonesia? Mungkin ini hal yang tidak penting yang tidak semestinya saya bahas, ini bukan bagian saya harusnya pemmerintahlah yang berbicara bukan saya. Pasti ada bagiannya kan? Terus sampai saat ini pengucapan salah dibiarkan saja kan? itulah alasan saya mengapa membahasnya. Mulailah dari hal terkecil. Karena dalam kajian ilmu Biomekanika olahraga disebutkan bahwa “evisiensi gerakan akan menghasilkan kekuatan yang sangat dasyat jika gerakan dilakukan dari gerakan otot terkecil dan diakhiri gerakan otot terbesar”. Jadi jika kita melakukan hal terkecil dan memberitahu lingkungan terkecil membeberkannya sampai menjadi hal besar pasti kekuatannya akan sangat besar kan? bener? ayo kita coba. Kalo gapercaya silahkan buktikan sendiri yang jelas saya tidak menulis alakadarnya melainkan melalui fakta tersirat maupun tersurat. Dari beberapa media yang saya dengar dan lihat, lakukanlah perubahan lakukan sekarang juga. Jika itu hal positif kenapa tidak kita lakukan?
THIS IS INDONESIA NOT ENDONESIA!!
PERBAIKILAH CARAMU BERUCAP, SEBARKAN PADA ORANG DISEKITAR LALU RASAKAN LEDAKANNYA.